Beberapa Tipe Baterai Yang Dipakai Untuk Gadget Anda

25 views

Hambatan terbesar pada teknologi gadget ialah baterai. Ya, selama 50 tahun terakhir teknologi baterai belum berubah banyak. Bayangkan kenikmatan dan juga penghematan andaikata baterai yang mendayai iPhone 3G, notebook dan PDA phone kita bisa bekerja lebih dari satu hari sehabis diisi penuh satu kali saja.

Pada dasarnya semua baterai bekerja dalam cara yang sama. Zat kimia yang ada di dalam baterai menghasilkan elektron-elektron, yang berkumpul pada ujung negatif baterai, dan mengubah energi kimia menjadi energi listrik.



Ketika kita memasang baterai di dalam gadget, electron-elektron mengalir ke seluruh gadget dan kembali ke ujung positip baterai, menciptakan sebuah siklus dan menyebabkan proses kimiawi yang menghasilkan energi, yang menciptakan gadget Anda bekerja.

Lalu mengapa ada aneka macam jenis baterai? Campuran kimia di dalam baterai-lah yang menyebabkan perbedaan tersebut. Berdasarkan adonan itu pula, baterai diklasifikasikan.

Nah, kenalilah tipe baterai gadget Anda dan juga cara merawatnya semoga dayanya awet.



1. Alkaline ialah jenis baterai yang paling umum ditemukan. baterai yang harganya murah dan dayanya habis dalam sekali pakai ini bisa mendayai Game Boy Anda selama 20 menit (atau 2,5 menit pada Sega Nomad).

Baterai Alkaline

Kerapatan energi, jumlah daya yang dikandung baterai Alkaline tidak buruk, tetapi pada gadget yang haus energi menyerupai MP3 player atau kamera digital, daya baterai ini cepat terkuras habis. Namun untuk gadget yang tidak tinggi tuntutan dayanya, baterai Alkaline bisa bertahan lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Sayangnya baterai ini tidak bisa diisi ulang.


2. Silver oxide atau baterai silver-zinc menyediakan cukup banyak daya dan tahan lama. baterai tipe ini digunakan dalam jam tangan dan juga mainan anak-anak, maupun di torpedo dan kapal selam, atau perangkat lain yang mementingkan kinerja, bukan harga. Kelemahannya, perak yang digunakannya mahal jikalau ukuran baterai lebih besar daripada kancing yang digunakan pada gadget. Selain itu, di selesai masa pakainya baterai ini seringkali bocor dan lelehan merkuri-nya berbahaya.

Baterai Silver-Zinc

3. Baterai Lead-acid terdiri dari dua tipe besar: baterai pemicu menyerupai yang ada di kendaraan beroda empat Anda dan dirancang untuk lonjakan daya singkat; dan baterai terpola panjang yang menunjukkan daya yang lebih rendah, lebih ajek dan digunakan di kapal, kendaraan beroda empat golf, dan sebagai daya cadangan di aneka macam gadget.
Baterai Lead-acid


4. Baterai Alkaline Isi Ulang (rechargeable): Mirip baterai Alkaline biasa, tetapi dibuat semoga bisa diisi ulang – artinya menciptakan elektron-elektron dipompa masuk kembali ke dalam baterai. Tidak sepeti baterai Nickel metal hydride, baterai ini tidak habis dayanya bila tidak dipakai, tetapi kapasitasnya berkurang setiap kali diisi ulang dan tidak setinggi baterai Alkaline biasa.
Baterai Rechargeable Alkaline


5. Nickel Cadmium, alias NiCad, merupakan baterai isi ulang pertama dan yang paling murah sehingga banyak digunakan di mainan bawah umur dan aneka macam gadget. Pengisian ulang dayanya relatif cepat, tetapi mempunyai pengaruh memori. Jika dayanya belum habis dikala Anda melaksanakan isi ulang akan terbentuk kristal-kristal besar yang membatasi daya yang disediakan di kali berikutnya. Selain itu kendati tidak dipakai, baterai akan kehabisan seluruh dayanya sehabis sekitar 90 hari.

Baterai Nickel Cadmium


6. Nickel metal hydride, alias NiMH, menggantikan kadmium dalam NiCad dengan adonan yang membuatnya bisa menahan lebih banyak energi (40%) pada ruang yang sama dibandingkan NiCad. Masih ada pengaruh memori di sini, tetapi tidak separah pada NiCad. Kecuali pada baterai tipe yang lebih baru, menyerupai Sanyo eneloop, daya yang ada perlahan-lahan akan habis walaupun baterai tidak dipakai.
Baterai Nickel Metal Hydride


7. Lithium ion alias Li-ion menjadi baterai standar pada gadget masa kini. Dibandingkan baterai dengan materi nikel, Li-Ion lebih efisien energi dan tidak mempunyai pengaruh memori, tetapi juga lebih mahal harganya. Namun baterai tipe ini dihentikan dibuang sembarangan alasannya ialah bisa meledak (walaupun hanya terjadi beberapa kali per satu juta baterai). Dibandingkan NiMH, siklus isi ulang baterai Li-ion lebih pendek setengahnya ( 1000 vs. 500 kali).
Baterai Lithium Ion
Ada kelemahan lain. Jika daya baterai benar-benar habis dan voltase-nya turun di bawah ambang tertentu, kapasitas energi baterai Li-ion akan menciut secara permanen. Karena itulah baterai dirancang untuk mati jikalau dipasang sehabis waktu tertentu. Biasanya, jikalau Anda punya gadget dengan baterai bertipe isi ulang, tipe Li-Ion-lah yang dipakai. Jika tidak, mungkin baterainya berjenis Li-Poly.


8. Lithium ion poly atau lithium poly atau li-poly (Li-Po), berasal dari lithium ion tetapi memakai elektrolit berbasis polimer gel. Karena itu namanya menjadi lithium ion poly. baterai tipe ini lebih badung (tidak gampang meledak) dibandingkan Li-ion standar, lebih ringan dan bisa dibuat sesuka hati. Anda akan semakin sering menjumpainya sebagai pengganti lithium-ion di laptop dan gadget lain. Kelemahannya, baterai ini lebih cepat habis dibandingkan Li-ion biasa.
Baterai Lithium Ion Polymer


9. Lithium iron phosphate (Li-Fe) merupakan perkembangan dari lithium ion yang menggantikan adonan oksida kobalt dalam li-ion. Tipe ini lebih kecil kemungkinannya meledak dan sanggup melepaskan kapasitas dan terisi ulang sangat cepat. Namun hingga dikala ini lithium iron phosphate masih mahal dan rumit pembuatannya. Mau tahu di mana baterai ini ada? Antara lain di laptop OLPC XO dan kendaraan beroda empat hibrida.


Baterai Lithium Iron Phosphate

_____________________
@Kompas Tekno
author

Comments are closed.